BERBURU MELOOOON

Oleh : Ery Nuryanti, S.STP
Rabu yang saat itu sangat cerah, tepatnya tanggal 6 September 2016 saya bersama teman seruangan di bagian Organisasi tiba-tiba berkeinginan untuk mendatangi secara langsung kebun melon yang telah di ceritakan oleh Pak Hasanul Warki (biasa kami panggil dengan sebutan Miq Aki), salah seorang yang satu ruangan dengan saya. Beruntung saat itu pekerjaan telah selesai, dan saya pun dengan senang hati bila di ajak bepergian apalagi ke tempat yang belum saya datangi.

Intinya ada dua hal kenapa. Pertama, saya belum pernah melihat kebun melon secara langsung, apalagi membeli buahnya langsung. Kedua, sudah pasti saya akan berfoto-foto, dan ada bahan baru untuk di upload di sosmed. Salah satunya di bawah ini foto pertama yang saya upload. Gimana gak ngebuat orang ngiler plus mupeng kalau ngeliat buah segar berwarna kuning berjajar rapi siap di lahap.


Oh,ya, perjalanan kesini cukup jauh loh! Kalau berangkatnya dari luar wilayah setempat, seperti perjalanan kami. Mobil avanza berwarna hitam yang muat menampung 8 orang ini segera meluncur ke jalanan yang terpanggang panas menuju kebun melon. Miq Aki bilang letak kebun melon itu di Dasan Bongkem, Desa Lepak, Sakra Timur. Ngebayangin aja jauh, apalagi kalau tahu daerah itu sangat panas. Warbiasaaaah!!!

Perjalanan pertama kami lewat Desa Kembang Sari, lalu ke arah selatan di Jl. Hasanuddin menuju Jl. Ketangga lalu belok kiri hingga dua kali lalu belok kanan lalu belok kiri lagi dua kali, dan sudah sampailah di Kecamatan Sakra Timur dan ketemu Kantor Camat Sakti (sebutan singkat buat Sakra Timur).

Eits, tunggu dulu! Si melon-melon ini tempatnya bukan di kantor camat ya. Tapi, berjalan lagi sedikit di belakang kantor Camat Sakti terus nanti ketemu dengan tower, nah tinggal masuk sekitar sekilo untuk sampai di kebun melon. Cuma saran hati-hati untuk mobil yang ceper seperti sedan dan kawan-kawan ya, soalnya jalanannya masih tanah berbatuan dan agak-agak miring sana miring sini jadinya posisi duduk. Tapi, gak perlu repot lagi kok buat belok-belok, karena arahnya hanya luruuuuuuuuuus saja sampai nanti mentok di sebuah gudang baru di bangun (sebelah kanan).

Taraaaaaa! Alhamdulillah akhirnya sampai juga. Dan, wuuuutsss baru keluar dari mobil mata rasanya sudah jadi seperti meme-meme Cina alias menyipitkan mata. Sebelum berangkat Pak Warki sudah menghubungi terlebih dahulu pemilik kebun melon yang kebetulan adalah anak binaan beliau.

Sembari menunggu yang empunya kebun datang, saya bersama teman-teman jalan-jalan dulu melihat isi kebun itu. Tahu gak mata saya pertama kali tertuju pada si oranye. Saya kira itu melon hasil persilangan dari mana, eh ternyata itu labu yang baru saya tahu juga namanya Golden Mama. Jadi keingat acara-acara Halloween deh. Ini dia si cantik oranye itu.
1.      Golden Mama


Berdasarkan info yang saya baca dari JITUNEWS.COM bahwa budidaya labu jenis Golden Mama ini merupakan varietas baru dari buah labu sejenis waluh (cucurbita), di katakan bahwa buah ini cukup prospektif di masa yang akan datang. Buah yang cukup menggemaskan dengan bentuk bulat kecil dan ngejreng jingga.


Ketika saya memposting foto labu ini ada komentar dari sahabat saya, Winda, kalau anak keduanya yang bernama Arsen sangat menyukai Labu Kabocha (sebutan lain Golden Mama) yang merupakan jenis labu asal Jepang ini. Karena Arsen sangat suka memakan labu ini, dan katanya kalau sudah masuk ke supermarket harga Kabocha ini mehooong alias mahal. Alhasil, Winda bersama keluarga sangat ingin berkunjung juga ke kebun ini.

2.      Golden Melon


Buah kedua yang lebih mencuri perhatian saya adalah di Golden Melon ini. Ukurannya yang lebih kecil dari melon biasanya, dan bentuknya bulat agak lonjong hampir menyerupai buah lemon. Warna kuningnya sungguh membuat mata tergoda. Buah ini menjadi salah satu primadona di Indonesia. Pada gigitan pertama akan membuat Anda untuk menambah lagi dan lagi.

3.      Labu Kacang


Buahnya yang panjang, besar dan lonjong cukup membuat saya penasaran ini buah apa. Setelah puas foto-foto dengan buah berwarna hijau pudar ini, akhirnya yang empunya kebun datang tapi di wakili oleh istrinya. Miq Aki menjelaskan kalau ini jenis Labu Kacang, mungkin karena bentuknya yang menyerupai kacang ya.

Si pemilik kebun memanfaatkan lahan petak untuk jalan pengunjung yang datang dengan menanam si Golden Mama dan Labu Kacang ini, jadi lumayan rindang untuk ukuran cuaca panas di daerah tersebut.
4.      Melon Putih


Jenis Melon Putih ini dagingnya yang paling lembut di bandingkan melon lainnya. Sangat cocok untuk gigi-gigi yang mulai rapuh. Tapi, sayangnya gugahan rasanya tidak semenggoda Golden Melon. Malah terasa seperti Timun Suri atau daerah saya biasa menyebutnya endes.
5.      Melon Hijau Berdaging Oranye


Melon hijau dengan struktur kulit lebih mulus dari melon hijau yang satunya, dagingnya yang berwarna oranye muda cukup enak untuk di rasa. Tapi, saya tidak terlalu berambisi untuk merasakan lebih banyak.
6.      Melon Hijau
Melon ini yang sering saya makan, karena pemasarannya sudah banyak dan lebih dulu daripada lemon lainnya. Struktur kulitnya yang kasar sudah pasti banyak di temukan di pasar-pasar, dagingnya yang berwarna hijau segar masih sangat saya sukai.
Petik dan
cicipi langsung !






    




Horeee
bawa pulaaaaang !


NB:
Bagi yang berminat silahkan berkunjung ke Kebun Melon milik Bapak Supri, bila ingin menghubungi dapat mengontaknya di No. HP : 087763403220


Komentar