WISATA AIQ NYET- SESAOT, LOMBOK BARAT




Selong, 10 Juli 2016

Jangan tanya kenapa kaki kami selalu gatal bila ada tempat yang belum kami kunjungi. Ibarat sepasang sejoli yang sudah berpacaran lama tapi belum di resmikan, nah akhirnya kan ngebet banget nih karena belum sah untuk dimiliki. Sama halnya dengan mata kami yang belum menjamah secara maksimal isi Pulau Lombok nan mantap ini. Yuhuu! Akhirnya waktu weekend pun dataaaang!

Tujuh wanita seterong dengan personil 3 Purna Praja (Saya, Nia, dan Ayu); 2 Wasana Wanita Praja (Desi dan Maya) yang sebentar lagi akan dikukuhkan sebagai Purna Praja; serta 2 Nindya Wanita Praja (Lilis dan Nila) siap menembus jalanan di pagi Minggu bulan Juli. Dengan empat motor metik kami para wanita-wanita sudah tidak sabar untuk menghirup udara segar Taman Wisata Sesaot yang dinginnya menyentuh.

Perjalanan pun dimulai yang diawali dengan kepikunan Nia tentang hape-nya (Nia said: “Perasaan nia belum cabut hape waktu di cas tadi”) – (Saya said: “Coba periksa jok motor Nia dulu”) – (Nia said dengan kekeh: “Belum kayaknya kak Ery”). Ya sudah akhirnya kami berdua balik ke rumah Nia (tempat kumpul hari ini), yang lain lanjut jalan dan kami akan menyusul. Bisa ditebak dong hape itu dimana?! Sesampai di rumah Nia bertanya di Tuti (adiknya yang bernama Putri tapi biyar kedengaran imut jadi di panggil Tuti saja), dan memang Nia dasar pelupa. Hape-nya ternyata memang sudah di cabut dari cas-nya, dan taraaa hape itu sudah bersemayam di dalam jok motornya sejak awal keberangkatan kami. Fuyuh! Kami pun segera berangkat dengan cengengesan sokab tersayang (Nia).

Jalanan pagi menjelang siang ini memanggang kita di atas roda dua yang berseliweran dengan kendaraan yang lain. Perbekalan kami belum ada sama sekali. Alfamart menjadi persinggahan untuk pengisi perut kami. Segala macam snack dan minuman dingin kami beli. Oh, ya, ada kesalahan sedikit dengan rencana melancong ini. Bisa-bisanya Lilis dan Nila menjalankan puasa sunnah. Bukannya kami melarang, tapi yang namanya jejong dan perjalanan jauh plus panas yang tanpa ampun, ya, kami merasa kasihan mengajak adik-adik bepergian. Tapi, yang namanya wanita seterong si adiks tetap cabut tanpa keluhan. Eng-ing-eng! Ada setan dari mana si Lilis tiba-tiba mengikuti kami (Saya dan Nia) memasuki Alfamart dan memilih sendiri minuman dingin. Yang pasti setannya bukan kami ya (karena kami yang empunya rencana) hihiiiii!!! Yap, si diks Lilis membatalkan puasanya.

Daaaaan, ini dia cerita liburan kami!!!

1. Rumah Pohon
Tingginya lumayan ya untuk ukuran ketakutan saya. Saya suka melihat keindahan dari ketinggian, tapi saya paling tidak suka ketika memanjat tangga untuk sampai ke puncak ketinggian itu. Pengen yang terdengar cemen ya! Dengan bermodalan Bismillahirrohmanirrohim saya pun sampai dengan tarikan nafas deg-degan. Haaah! Edisi foto-foto pun siap dilaksanakan.


 



  
Ukuran rumah pohon ini kira-kira seperti dua ruang mesin ATM, sangat sempit untuk ukuran kami yang naik bertujuh di dalamnya. Tak apalah, sempit-sempit dalam kesenangan punya makna tersendiri (yang penting bisa berfoto semua).



  
Loh, kok yang foto di tangga cuma 6 orang? Kan jumlah kami 7 orang? Heheee, berhubung yang satunya lagi (Lilis) yang tukang foto jadi gak kedapetan foto di tangga deh.

2. Pemandian Pertama

 

Lain kali kalau tahu ke tempat yang ada pemandiannya lebih baik bawa baju ganti. Ini saja kami menyesal tidak membawa pakain ganti, padahal air dinginnya yang mengalir dari air terjun kecil sangat menggiurkan untuk merendam badan. Alhasil, sesi pemotretan ala-ala selfie yang kami lakukan.

Lalu, jangan lupakan jembatan kecil yang menjadi penghubung dari seberang. Kami pun tetap tidak mau melewatkan celah tempat yang bisa kami abadikan. Yuhuu, foto bershaf dengan fokus pada satu obyek (menghadap bawah), tapi hanya saya yang lain (menghadap kamera). Biarkan yang lain fokus pada bagian tengah, saya cuma fokusnya ke kamu saja! Eeaaa...enaaaaak!


airnya bening kan? weerrr...

3. Air Terjun



Ini dia aliran kecil yang kami sebut Air Terjun. Hem, airnya dingin sekali dan segar. Serasa air kulkas yang selalu saya masukan sebotol tiap hari. Geeerrr! Hati-hati kalau berjalan di dalam air berbatuan begini ya, soalnya Nia sempat melihat ada ular di antara tanaman liar, air dan bebatuan. Merinding sedikit. Mungkin ular itu laki-laki ya terus ngeliat cewek-cewek syantik lewat jadinya sembunyi lagi (khayalan saya hahaaa).

 


Yakin deh sumpah! Nyesel kalau gak mandi!
Ini WARNIIIIIIIING!


4. Wisata Aiq Nyet
a. Jalan Masuk
Ada dua buah tangga berwarna cokelat memanjang ke bawah (kiri-kanan). Yang kanan untuk berjalan masuk, dan yang kiri untuk berjalan keluar. Memang dasar otak foto-foto, berhubung tangga masuk yang sebelah kanan catnya sudah pudar dan terlihat kurang bagus kami pun berinisiatif berjalan masuk melalui tangga sebelah kiri. Dan lihat hasil kelakuan kami, para pengunjung yang lain pun ikutan masuk melalui jalur kiri. Piss! Jangan diikuti ya, heheee... Oh, ya, disini gak dipungut biaya masuk yang mahal, cuma 6.000 perak satu karcis untuk Wisata Aiq Nyet dan bendungan Sesaot yang lagi ngehits.




b. Pepohonan
Mari kita lanjutkan perjalanan. Jangan pikir jarak dari pintu masuk ke Aiq Nyet itu dekat ya. Betis kamu-kamu harus enerjik buat berjalan membelah isi hutan Sesaot ini. Kami muda pun masih mengeluh kapan sampai, apalagi yang sudah....??? Hijau menjulang tinggi membuat sinar matahari hanya masuk sedikit melalui celah-celah pepohonan.


  

Kalian harus melewai jalanan tanah yang lumayan, di tambah lagi anak-anak tangga yang selalu ada di setiap turunan dan bergantian lewat dengan pengunjung yang lain karena anak tangga hanya satu. Jangan mengeluh terus, karena kapan sampainya???


salah satu anak tangga yang akan dilalui
  
c. Pemandian Kedua
Waaaooo! Bejibun manusia sudah berleha-leha di dalam sungai jernih yang mengalir tenang dalam kedinginan. Kami mencari pemandian mirip bendungan yang dibawahnya mengalir sungai juga. Bertanya pada para penjual sembari menunjukkan foto hasil searching yang kami maksud, tapi tidak ada yang tahu. Ya, sudahlah, kami pending pencariannya, dan berfotoooo lagiiiii!




d. Ayunan Wisata Aiq Nyet
Perjalanan kesini hampir gak ketemu, karena harus mutar lagi dan semakin jauh lagi. Kekehan semangat dan kaki kami tetap besar, padahal perut sudah lapeeeer. Pepohonan adem mengantarkan kami pada ayunan yang berjuntai di dua batang pohon besar. Mau foto disini? Ngantri ya, karena hanya satu. Alhamdulillah bisa foto bertujuh lengkap ya.


Tipsnya: jangan malu meminta tolong untuk di foto pada mas-mas yang lagi ngantri di belakang kamu ya!




gak mau ngayun sama adek bang 😁


5. Bendungan 
Jangan lupa kalau karcis masuk ke Wisata Aiq Nyet dengan bendungan satu karcis ya, biar gak bayar lagi. Sedikit kecewa waktu kesini, karena air bendungannya lagi surut. Mungkin hujan lagi malas turun jadi penampungan air bendungan sedikit. Kami disini hanya sebentar karena tidak terlalu banyak yang bisa di explore.




6. Kenawa KW
Omaigat! Mau nyari bukitan rumput ini kalah-kalah nyari jodoh. Gimana tidak, dari arah bendungan ke tempat ini harus melewati jalanan tikus tepat di pinggiran sungai. Hampir kami patah semangat karena kok belum-belum ketemu, sampai akhirnya kami bertanya di ibu-ibu yang sedang beraktivitas di sungai. Eng-ing-eng! Dari kejauhan kalian tidak akan percaya “OH” ternyata ini yang kami cari itu. Realita bila dilihat hanya hamparan persawahan menghijau yang dibumbui bukitan kecil dengan dua belahan bekas injakan manusia yang menaikinya.



Kami sebutnya Kenawa versi KW. KW itu sebenarnya singkatan dari kwalitas yang berarti kualitas tiruan. Rumput-rumputnya yang sangat panjang membuat gatal, hati-hati nanti ada semut nakal yang masuk (hahaaaa).


Selamat mengunjungi dan selamat mengexplore ya 😃


versi dari bawah bukit



versi dari atas bukit
















Komentar