SEMARAKNYA HULTAH NWDI PANCOR

Siapa sih yang gak suka nonton pawai. Mulai dari anak balita sampai nenek-nenek antusias untuk menyaksikan pawai di jalan raya. Berdiri himpit-himpitan di pinggir jalan, berbaris rapi hingga batas yang ditentukan.

Masyarakat rela panas-panasan untuk menunggu rombongan berdatangan. Biasanya pawai dimulai dari pukul setengah dua atau pukul dua siang, dengan persiapan sebelumnya dari pukul satu siang. Lombok Timur merupakan salah satu daerah yang sering menyelenggarakan pawai. Tanggal 05 Dzulqa'dah 1438 H atau 29 Juli 2017 M diselenggarakan pawai dalam rangka Hultah NWDI ke-82 dan Haul Almagfurulah TGKH. Zainuddin Abdul Majid ke-20 yang jatuh pada tanggal 06 Dzulqa'dah 1438 H atau 30 Juli 2017 M.

Tak dapat dipungkiri ketika melihat warga Lombok untuk ikut menyaksikan secara langsung. Saya pun ikut andil untuk merasakannya, meski hanya jadi penonton di garis terdepan. Bersama dua orang ponakan (Kakak Raffa & Adek Aisya) dan kakak saya, setengah tiga siang kami sudah meluncur mencari tempat yang pas untuk nonton. Dalam pikiran saya pasti pawainya sudah akan selesai. Ternyata tidak. Dan, malah belum mulai sama sekali (mungkin masih di daerah persiapan). Kamipun menitip motor di rumah Niniq yang kebetulan dekat dengan acara pawai (perempatan lampu merah pejanggik).



Tepat pukul tiga siang (dari tempat saya menonton) parade yang diawali dengan persembahan Marching Band dari Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darun Nahdlatul Wathan (YPH PPD NW) Pancor, mulai berdatangan dengan kostum hijau-hijau ademnya. Deretan adek-adek yang memainkan "bellira" mengingatkan saya beberapa tahun silam "pernah' memainkannya juga.

Bellira

Kostum merah-merah juga tak mau kalah. Dentuman musik dari Marching Band Gama Mutiara MTs NW Kotaraja-Lombok Timur ini ikut memberikan apresiasi mereka. Selain itu, ada juga Marching Band Sakra Timur Ponpes NW Juet dan Marching Band Taruna Nusantara MA NW Ponpes Al-Akhyar NW Bagik Polak Barat Kec. Labuapi-Lombok Barat. Dan, deretan pasukan pembawa bendera Merah Putih dan bendera YPH Pancor-Selong juga berjalan dengan semangat.



Pembawa Bendera


Dilanjutkan dengan parade lainnya. Mulai dari Mutakharijin dan Mutakharijat Angkatan 52; Keluarga Besar Sanggar Seni "Ratib Rabana Ode' Desa Pelat Kec. Unter Iwes Kab. Sumbawa; Pengurus Wilayah NW Prov. Kepulauan Riau; Jamaah Wirid Khusus NW; Universitas Hamzanwadi; Yayasan Pondok Pesantren Darul Al-Istiqomah NW Juet MTs & MA NW Juet; Keluarga Besar Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan; NW Senurus Desa Mas-Mas Batukliang-Lombok Tengah; Pengurus Wilayah NW Prov. Kalimantan Timur; Kontingen Sulawesi Barat; Yayasan Khairurrosidin Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok; dan Perguruan Kungfu Nusantara Garuda Suci SMA NW Wanasaba.





Sebenarnya ini adalah kali pertama saya menonton secara langsung pawai memperingati Hultah NWDI Pancor. Padahal saya warga Lombok Timur yang lokasi tempat tinggal kebetulan sangat dekat dengan Pancor. Kenapa saya tidak menonton dari dulu? Jawabannya simpel. Karena pasti sangat RAMAI. Ini bukan pawai biasa, dimana gaungnya saja sampai ke daerah-daerah diluar Lombok, bahkan diluar Provinsi Nusa Tenggara Barat.

penasaran sama isi desanya


Tak hanya penonton yang berdesak-desakan. Para penjual pun dengan senang hati menjajakan jualannya diantara para penonton. Dan, ada satu penjual yang membuat saya tanpa pikir panjang untuk membelinya. Yaitu, bapak penjual gula-gula. Dagangan legendaris itu akhirnya saya "temui lagi". Oh, senangnya. Dengan wadah yang sangat antik, dan alunan musik yang jadi khasnya tentunya kalian semua tahu. Iya, kan?


Nah ini dia makanan legendaris

Tentu tertibnya pawai ini bukan hanya sikap penonton yang harus berbagi jalan dengan peserta pawai. Tapi, jangan lupakan juga para anggota yang ikut andil dalam tertibnya lalu lintas. Yaitu, Om Polisi, Bapak Tentara, Pakde Pol PP, dan Mas LLAJ. Kendaraan-kendaraan harus ditertibkan dari berbagai arah. Dan, good luck your job!



Selesai menonton pawai? Beh, jangan ditanya lagi gimana RAMAI dan MACET-nya!


Komentar